Bismillahirrahmanirrahim
♥..Doa yang Dikabulkan Allah SWT..♥
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saudaraku...
“Kenapa sih doa ku ngga dikabulkan? katanya Allah Maha Mengabulkan? tapi apa buktinya?”
“Padahal aku dah berdoa dan berusaha, kenapa tidak dikabulkan?”
Pengabulan do’a ada yang cash (langsung/kontan).
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’amu.”
(QS. Al-Mu’min 40:60)
contohnya, saat tahajud kita minta jodoh yang shaleh. Ternyata, siang
harinya ada yang melamar dan besoknya menikah. Inilah do’a yang cash
(kontan).
Ada juga do’a yang delayed (tertunda / ditangguhkan).
Misalnya, hari ini kita berdo’a, tetapi dikabulkannya baru lima tahun
kemudian. Inilah do’a yang delayed (ditangguhkan). Bahkan ada juga do’a
yang pengabulannya tidak di dunia, tetapi menjadi deposito amal shaleh
kita di akhirat.
Ini juga merupakan bentuk pengabulan do’a yang delayed (ditangguhkan).
Allah SWT...Allah SWT...Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada seorang
muslim yang menghadapkan mukanya kepada Allah untuk berdo’a, kecuali
Allah akan mengabulkannya (memberikannya). Kadang-kadang, pengabulannya
dipercepat (cash) dan kadang diperlambat/ditanggauhkan (delayed).” (HR.
Ahmad dan Hakim)
Prinsip-prinsip di atas harus dipegang teguh
agar kita tidak berprasangka buruk kepada Allah swt. dan tidak putus asa
dari rahmat dan karunia-Nya.
Adapun cara agar do’a kita lebih berpeluang untuk dikabulkan adalah sebagai berikut:
Awali Do’a dengan Asmaul Husna.
--♥♥♥--
Berdoa...Berdoa...“Allah mempunyai Asmaul Husna, maka bermohonlah
kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu…” (QS. Al-A’raf 7:180)
Asmaul Husna artinya nama-nama Allah yang baik, seperti Ar-Rahman (Maha
Pemurah), Al Hakiim (Maha Bijaksana), Ar-Rahiim (Maha Penyayang), Al
Kariim (Maha Dermawan), Al ‘Aliim (Maha Mengetahui), dan lain-lain.
Merujuk pada ayat ini, ketika kita akan meminta sesuatu pada Allah swt,
maka awali dengan asmaul husna yang kita hafal, misalnya Ýa Rahmaan, Ya
Rahiim, dan lain-lain. setelah itu baru kita berdoa.
Namun,
alangkah baiknya kalau Asmaul Husna yang kita baca itu ada korelasi
(hubungan) dengan permintaan kita. Misalnya kalau minta ilmu, awali
dengan Ya ‘Aliim (WahaiYang Maha Tahu), Ya Hakiim (Wahai Yang Maha
Bijaksana). Kalau minta ampun, kita awali dengan Ya Ghafuur (Wahai Yang
Maha Pengampun), Ya Rahiim (Wahai Yang Maha Penyayang) dan lain-lain.
Ucapkan Kalimah Tauhid setelah membaca Asmuul Husna
--♥♥♥--
Semua makhluk hidup tunduk kepada Allah Swt.. Semua makhluk hidup
tunduk kepada Allah Swt.. Kita nyatakan bahwa Allah swt itu Maha
Tunggal, Maha Berkuasa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan lain-lain. Adapun
Kalimah Tauhid yang sebaiknya kita baca saat berdo’a adalah sebagai
berikut, [Allahumma inni as aluka bi anni asyhadu annaka antallahu laa
ilaaha illa antal ahadu shamadul ladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam
yakun lahu kufuwan ahad ]
[Laa ilaaha illallaahu wallaahu
akbaru, Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku
walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir, laa ilaaha illallaahu,
walaa haula walaa quwwata illa billaah]
Iringi doa dengan prasangka baik
--♥♥♥--
Berdoa harus diiringi dengan prasangka baik kepada Allah swt. Bahwa Dia
akan selalu mengabulkan do’a kita. Apabila do’a belum dikabulkan, kita
harus yakin bahwa apa yang kita pinta mungkin menurut Allah swt kurang
baik, karena itulah Dia tidak mengabulkan permintaan kita. Atau tanpa
kita sadari Allah telah menggantinya dengah yang lebih baik.
Yakinlah, Allah swt hanya akan mengabulkan permintaan yang sekiranya
akan menjadi kebaikan untuk diri kita. “Sesungguhnya Allah ‘azza wa
jalla berfirman: “Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan
Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepada-Ku”. (H.R.Bukhari dan
Muslim).
Maksudnya, kalau kita menyangka Allah itu Maha
Penyayang, maka Dia akan menyayangi kita. Kalau kita menyangka Allah itu
akan mengabulkan doa kita, maka Dia akan mengabulkannya selama yang
kita mintakan itu akan menjadi kebaikan.
Berdoa dengan hati yang mantap
--♥♥♥--
Berdoa dengan hati yang mantap...Berdoa dengan hati yang
mantap...“Wahai manusia, jika kamu memohon kepada Allah ‘azza wa jalla,
mohonlah langsung kehadirat-Nya dengan keyakinan yang penuh bahwa doamu
akan dikabulkan. Karena Allah tidak akan mengabulkan do’a yang keluar
dari hati yang lalai.” (H.R.Ahmad)
Berdoa dengan kerendahan hati
--♥♥♥--
Kalau kita ingin doa kita dikabulkan, kikislah serta kuburlah
sifat-sifat sombong atau takabur. Ketahuilah, Allah hanya akan
mengabulkan doa orang-orang yang rendah hati.
“Berdoalah kepada
Tuhanmu dengan berendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah
tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.”
(QS. Al-A’raf,7 : 55)
Selain dengan rendah hati, berdoa sebaiknya dilakukan dengan suara yang
lembut, karena Allah itu maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Kita tidak
perlu berdoa dengan berteriak. Rasulullah saw pernah menegur sejumlah
sahabat yang berdoa dengan berteiak-teriak, Sabda Nabi saw., “Hai
Manusia, sesungguhnya Dzat yang kamu seru itu tidak tuli dan tidak jauh,
sesungguhnya Tuhan yang kamu seru itu ada diantara kamu, bahkan
diantara leher kamu !” (HR. Muttafaq ‘Alaih)
Ulangi Permintaan
Sebanyak tiga kali Saat berdoa. Rasulullah saw, suka mengulanginya
hingga tiga kali. “Nabi saw., apabila berdoa, beliau mengulanginya tiga
kali, dan apabila meminta, juga mengulanginya tiga kali.” (H.R.Muslim).
Iringi doa dengan ikhtiar
--♥♥♥--
Doa dan ikhtiar bagaikan dua sisi dari satu mata uang. Keduanya saling
melengkapi, tidak bisa dipisahkan. Kalau kita minta ilmu, barengi dengan
belajar, minta harta, dampingi dengan usaha, minta sukses dalam karier,
iringi dengan kerja keras, minta kesembuhan, ikuti dengan pengobatan
dan lain-lain. “…Bekerjalah (berusahalah) kamu, maka Allah dan Rasul-Nya
serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaan (ikhtiar)mu itu…” (QS.
Attaubah 9:105)
Wallahu A’lam.
Janganlah bersedih
bila doa kita belum terkabul. Yang pasti jangan menyerah untuk selalu
berdoa. Yakinlah bahwa skenario Allah tak pernah salah.
Amin Ya Robbal Alamin
Moga Manfaat
Insya’Allah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar